Ketika Serpihan Surga Itu Memang Ada, Air Terjun Tumpak Sewu

Dulur…

Satu lagi hasil kreasi Tuhan berupa pemandangan alam yang sangat luar biasa Alhamdulillah berhasil aku dan kawan-kawan kunjungi pada kamis 5 november 2015, air terjun Tumpak Sewu namanya. Saking indahnya lokasi ini, di pintu masuk tempat wisata terpampang tulisan besar yang berbunyi “serpihan surga itu memang ada”. Mungkin air terjun yang sangat menakjubkan ini betul-betul dijatuhkan oleh Tuhan dari surga, sehingga menyajikan panorama alam yang begitu indahnya.

image

Lokasi air terjun ini terletak di desa sidomulyo, kecamatan pronojiwo, kabupaten lumajang, sangat dekat dengan perbatasan malang lumajang apabila berangkat melalui jalur malang.

Aku dan rekan brotheroad berangkat dari surabaya melalui jalur malang, tidak melalui jalur probolinggo, karena meskipun air terjun ini terletak di kabupaten lumajang tapi jalan yang dilalui lebih dekat dengan kabupaten malang. Jalur yang kita lalui adalah sidoarjo-japanan-pandaan-pasuruan-lawang-malang-turen-dampit.

Jalanan menuju tempat wisata air terjun ini sangat mudah jadi gak ada istilah takut salah jalan atau kesasar, aspal juga cenderung mulus meskipun ada lubang tapi lubangnya ga keterlaluan. Karena juga berada di tengah-tengah perkampungan warga jadi bisa dikatakan bukan wisata terpencil, dan kalau dipikir-pikir air terjun ini seakan seperti lubang bekas kawah berdiameter sangat besar yang tercipta jutaan tahun yang lalu pada jaman dinosaurus (hehehe itu cuma opiniku aja)yang berada ditengah-tengah tanah pemukiman warga.

image

Nih aku jabarkan berapa aja tarif masuknya. 1 motor 5ribu sudah plus parkir, 1 orang 5ribu, apabila hendy punya 1 motor lalu dinaiki 2orang maka uang yang harus si hendy bayar adalah 15ribu.
Lalu tarif untuk mobil 10ribu, apabila hendy tidak naik mobil dan tidak ada penumpang didalamnya maka uang yang harus dibayar si hendy berapa hayoo??

image

Nah itu serpihan surga bila tampak dari atas, jepretan panorama yang aku ambil ketika baru masuk tempat wisata. Incredible, amazing, fantastic. God always be there.. Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan.

image
Metal gede
image
Foto-foto dulu diatas sebelum turun menikmati air terjun.
image
Dari kiri ke kanan, bro agus, bro ruhin, bro okky, bro abdi lehokz, sist fajar, bro danang, sist feni, bro arman, sist dini, bro mocha, bro andri dan bro son haji, kenapa aku ga ada, aku yang fotoin tauk!

image

image

Jalur yang dilalui sungguh berat, terjal dan berliku. Dibangun mungkin oleh warga sekitar dengan mengandalkan batang bambu sebagai pijakan dan tepian, tali tampar sebagai pegangan, jangan sampai salah kostum disini, gunakan kaos dan celana yang adem, kenakan sandal gunung, lebih baik lagi sepatu boot, karna kalau telanjang kaki sama aja bunuh diri. Fisik harus kuat, kalau ga kuat jangan lewat.
image
Ini setelah sampai di bawah. Lumayan lelah sih, cuma ga lelah-lelah amat. Foto-foto dulu.

image Tembok pop-mie, dari pada dibuang.

image

image

image

image

Eh ternyata ada biaya lagi untuk masuk ke area air terjun yang sebenarnya, keluar duit lagi 5ribu per orang. Tapi sungguhlah tidak akan menyesal, beautifull banget pemandangannya, tapi jalan yang dilalui lagi-lagi sulit dan terjal, menyeberangi sungai yang cukup deras di musim panas ini. Oh ya note, jangan kesini pas musim hujan, sudahlah kamu ga ingin tau alasannya, ngerii tauk! Ngeri bingit!

image

Sebarkan salam kaidah.

image Gotong royong melewati arus sungai yang cukup deras, khusus wanita tapi, pria punya jalan sendiri.

image Yaa ampuuun indah banget!!!
image Pemandangan air tumpak sewu dari bawah. So fantastic.

image

Salam kaidah.
Merasakan sejuknya air terjun dahulu. Mendinginkan hati yang panas. Menenangkan jiwa yang kalut. Dan membersihkan pikiran yang kotor.
Meresapi cakra alam, agar didapat senjutsu yang optimal.

image

Ayo kita berendam di air yang sejuk dulu..

image

image

image

image

Yuk main air..

Setelah capek dan puas basah-basahan saatnya rehat sebentar untuk mengumpulkan tenaga agar bisa mendaki naik keluar dari lubang.

image

Setelah berbincang-bincang penuh canda tawa sambil istirahat, maka kita harus melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya di air terjun gua tetes yang masih satu tempat dengan air terjun tumpak sewu. Sekalian perjalanan kembali ke pendakian. Eh busyet!! Sumpah pendakian naik sungguh terasa berat dan melelahkan, dengkul loyo pol, tulang dalam kaki rasanya udah lembek kayak abis dipresto, keringat bercucuran deras keluar dari mana-mana, ampun banget deh. Medan yang berat tidak menjadi soal karena bisa digantikan dengan menikmati pemandangan yang luar biasa amazing, tapi sepertinya cukup kali ini saja, mungkin beberapa tahun lagi bolehlah aku berkunjung kesini lagi, nggak dalam waktu dekat. Hehehe
Pokoknya ya pesanku, harus punya fisik kuat, kalau ga kuat jangan lewat.

Lelah sangat terasa disebabkan tidak tidur semalaman, fisikku sudah terbukti kuat tapi mata ga bisa dibohongi sungguh terasa berat. Apalagi saat perjalanan pulang balik ke surabaya, pas naik motor sempat merem dikit, busyet ngeri deh. Alhamdulillah selamat sampai di rumah dan tidak kekurangan satu apapun.
Ini kisahku! Mana kisahmu?

Gud Lhaq..

Semoga kepingin.

Posted form WordPress for Windows Phone

Penulis: John_Hendy

John Hendy of Mars

6 tanggapan untuk “Ketika Serpihan Surga Itu Memang Ada, Air Terjun Tumpak Sewu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s