Kisah Pilu Sobat Karib John Hendy, Inilah Hukum di Indonesia

Dulur…
image

Sebelum aku menceritakan apa yang telah terjadi, perlu diketahui bahwa kisah ini nyata dan bukan fiktif belaka. Dan sudah mendapat ijin, bahkan didukung penuh oleh pihak yang bersangkutan. Sebagai teman baikku dan aku mungkin sebagai teman baiknya, cukup pilu untuk aku menerima kabar apa yang sudah terjadi dan tidak bisa diubah lagi, kisah ini hanya sedikit cerita pilu tentang ganasnya jalan raya.

image

Di suatu pagi yang cerah, cerah sekali sampai tidak menggambarkan firasat buruk apapun, seperti hari biasa pada umumnya. Sobatku ini, sebut saja namanya Rio, pria tampan mirip Christian Sugiono mantan playboy yang telah memiliki satu orang istri dan dua orang anak.
Di pagi hari, seperti kebiasaan yang dilakukannya setiap hari yakni bangun pagi dan berangkat kerja. Namun pada hari itu suatu musibah yang sangat tidak diinginkan terjadi, manusia mana menginginkan musibah terjadi di dalam hidupnya, tidak ada!! Namun done is done, musibah tetaplah musibah, apa yang terjadi sudah terjadi.
Karyawan yang menjabat sebagai marketing sebuah bank BUMN ini, berangkat kerja pagi-pagi dengan agak terburu-bury mengendarai jagoannya honda blade repsol kesayangannya, setelah mengantar istri tercintanya di surabaya town square untuk bekerja, lalu tak lama dia segerakan berangkat menuju kantornya yang berada di satelit town square daerah sukomanunggal.
Sesaat setelah sesampainya di lampu merah perempatan jalan mayjen sungkono, dia memacu motornya kencang agar tidak ketinggalan lampu hijau. Namun sungguh naas insiden besar terjadi, dia sudah ketinggalan lampu hijau, dan arus dari jalan lain sudah menyala hijau, tahukan bila arus sedang ramai-ramainya eh ada yang terburu-buru dan menorobos lampu merah…. lalu jebret!!!! Astaghfirullah Aladzim!!! Kecelakaan besar tak terelakan lagi. Jangan tanyakan nasib pengemudi yang saling beradu, tetapi yang perlu kalian tau, kedua belah motor hancur berantakan karena kecepatan dari sisi sobatku ini cukup tinggi.

image

Pagi yang cerah itu mendadak berubah jadi pagi yang suram penuh duka. Bagaimana tidak, si Rio tergeletak tak sadarkan diri diatas trotoar pinggir jalan dan si (kita sebut saja dia korban, sebab Rio mengakui kalau dia menerobos lampu merah.) juga tak sadarkan diri karena terlihat cukup parah, korban langsung dibawa ke rumah sakit, namun maaf beberapa jam setelah tiba dan dirawat di rumah sakit di sekitaran kodam brawijaya, korban tidak bisa terselamatkan sebab korban juga memiliki riwayat jantung lemah, mungkin shock berat yang membuat ia tak selamat. Sedangkan Rio yang dibawa ke rumah sakit dr.soetomo mengalami kritis dan perlu tindakan operasi. Syukurlah dia sudah kembali sehat seperti semula sekarang ini.

Beberapa bulan berlalu setelah damai dengan keluarga korban, yang merupakan seorang karyawati juga seorang ibu ini, beliau meninggalkan anak semata wayang dan suami. Dengan ikhlas suami korban menerima musibah yang terjadi, dengan ganti rugi sebuah motor yamaha mio bekas, dan motor mio yang telah hancur terlibat kecelakaan menjadi milik Rio.

Namun tidak selesai sampai disitu, sungguh sangat disayangkan kasus ini telah bergulir di meja hijau yang mengharuskan si Rio mendekam di balik jeruji pesantren untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, meskipun aku dan semua orang tau, tidak ada orang waras yang dengan sengaja menabrakkan dirinya agar terjadi kecelakaan, yaa begitulah nasi sudah menjadi bubur, kasus sudah bergulir, dan palu hakim sudah diketuk, Rio harus terima berada di dalam tembok dingin tempat untuk dia merenungi diri. Mau tidak mau harus meninggalkan istri dan anak untuk sementara. Yang perlu kita tau, musibah besar bisa terjadi hanya karena kelalaian yang kecil.

Kau tau pren, aku ada untukmu, meski aku belum bisa menjengukmu di rutan, seengaknya aku hadir di 2 persidanganmu.. Doaku slalu untukmu, kuatkan hatimu. Saat kau di rumah sakit, aku menjengukmu menemanimu. Mengajakmu bercanda membuatmu tertawa sebagaimana aku seseorang yang pandai menghibur. Saat kau duduk di kursi pesakitan persidangan, aku menjengukmu menemanimu, memberimu semangat, seenggaknya sebagai penguat batinmu saja bahwa masih ada temanmu menemanimu. Mungkin gak begitu berarti yang aku lakukan, tapi yang harus kamu tau, aku akan tetap menjadi teman baikmu, aku akan selalu ada untukmu. Aku tunggu kebebasanmu. Temani aku lagi menghadiri event-event, memotret model-model cantik, sebab sudah banyak event dan kesenangan di dalamnya yang kau lewatkan saat kau berada disana..
Ilingo pren, kon koncoku dan aku koncomu, kita wez dulur sejak jaman sekolah dulu.

Gak banyak yang bisa aku tulis. Seenggaknya tulisan ini sebagai sedikit penggalan kisah untukmu. Daripada aku menceritakan hal-hal yang tidak sepenuhnya aku tau, lebih baik aku ceritakan sesuatu jelas-jelas aku tau, saat aku bersamamu.

Kenapa yaa, kedua belah pihak sudah berdamai, dan tidak ada tuntut menuntut dari pihak korban, tapi kasus tetap bergulir ke meja hijau, kan seharusnya dibebaskan dari segala tuntutan kan sudah tidak ada pihak yang merasa dirugikan, tapi seperti biasa ini adalah pekerjaan jaksa, jaksa penuntut umum itu paling suka menuntut terdakwa seberat-beratnya meski salah sekecil-kecilnya. Duit doank yang jaksa mau, gak ada duit, gak ada freedom. Hidupnya jaksa apa bisa tenang ya. Amit-amit deh!! Itulah hukum indonesia, ini dunia hukum atau dunia marketing sih, kok ada uang ada barangimage

Foto kedua korban, ngeri jgn dilihat

image

image

image

image

👆 saat masih diamankan di polsek dukuh kupang

image

image

👆ketika diproses dan sebagai barang bukti di kejaksaan negeri sukomanunggal

image

image

👆sudah diambil dari kejaksaan dan siap direparasi total

CSDTK

Posted from WordPress for Windows Phone

Penulis: John_Hendy

John Hendy of Mars

2 tanggapan untuk “Kisah Pilu Sobat Karib John Hendy, Inilah Hukum di Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s