Resiko Velg Putih, Depan Kok Gampang Kotor, Berikut Analisanya

image

Sugeng dulur..

Sudah menjadi kodratnya dan tidak bisa dipungkiri bahwa modifikasi selalu membawa resiko, entah itu membahayakan karena pengaplikasiannya yang memang tidak diperuntukan maupun pemasangannya yang tidak presisi pas dan sempurna. Mungkin juga sekedar resiko ringan seperti mengganggu laju kendaraan, kenyamanan berkendara atau menimbulkan bunyi-bunyi yang menggangu.

Nah kali ini aku akan mengulas bagaimana rasanya dan resiko ringan memiliki velg kendaraan bermotor yang berwarna putih.

image

Memang sih motor akan terlihat menggoda dan menarik banyak tatap mata bila kaki-kaki tampak berbeda dari yang lain dari segi warna dan penampilan yang menyolok.

image

Apalagi bila sebatang velg sudah di upgrade, entah dari warnanya, entah dari ukurannya, yang awalnya berwarna hitam solid standar pabrikan lalu diubah warna menjadi warna solid yang menyolok atau terdiri dari gabungan beberapa warna.

Dan aku sudah mengecat velg nheyla-ku (byson) dengan warna golput. Perubahan ini tidak tanpa resiko, antara lain yang ditimbulkan adalah, gampang kotor, mudah kotor dan cepat sekali kotor.
Tapi warna putih itu positifnya..
Mbooook apalagi kalau sudah berputar-putar-putar, swuuuumpah beautifull banget!! Kena sinar matahari siang hari, kena sorot lampu malam hari, bisa bling-bling cling-cling..

image

Ini salah satu palang velg depan nheyla, gak cuma satu palang aja tapi kelima-limanya juga iuch kotor seperti itu.
image

Itu setelah aku usap dengan jari, kotornya minta ampun deh, padahal abis dicuci kinclong lalu cuma dipakai melaju 30km-an di jalanan yang kering sama sekali tidak ada becek.

Kenapa mudah kotor seperti itu, berikut analisa John Hendy dari planet mars.
Ban depan adalah bagian motor yang pertama kali menerpa apapun, baik itu angin, debu, pasir, air, trotoar dan bumper belakang mobil sekalipun.
Paling terlihat buktinya sih kalau udah menerpa debu dan angin, menempel sekali pada velg terutama bagian palang yang berputar seperti kipas angin, tengok aja bagaimana situ punya kipas angin. Setelah angin diterpa ban depan, udah deh angin lalu menyebar ke samping-samping.
Dan satu lagi ternyata rontokkan kampas rem yang tergerus saat pemakaian, apalagi aku kalau ngerem motor 70% tertumpu pada rem depan, cepat habis dan gramnya dihantam palang velg dan menempel erat deh.

image
Namun berbeda halnya dengan velg belakang, saat dilihat masih tampak mulus dan bersih, juga saat diusap dengan jari, tidak begitu banyak debu durjana menempel.
Padahal ada putaran tingkat tinggi dari gir belakang yang berlumuran chain lube yang sepertinya akan senantiasa mengotori velg nan cantik tersebut.
Dan juga pemakaian rem belakang cakram yang aku kira kisahnya akan seperti rem depan, ternyata tidak, mungkin juga karena pemakaian rem yang cuma 20% saja.
image

Hmmm itu toh alasan kok bisa velg depan cepat sekali kotor tetapi belakang tidak, debu terbawa angin sudah melebar dan terbuang kemana-mana gak menuju velg belakang.

Itulah bagaimana ceritanya, dimana ada sebab disitu ada akibat. Jangan cari penyakit bila tidak ingin mengobati. Jangan pernah takut bermimpi, karena cuma mimpi basah itu gratis..

Jadi buat dulur-dulur semua, jangan takut merubah warna, jangan takut kotor, karena berani kotor itu baik..

Gud Lhaq..

CSDTK

Spoiler for bonus
image

image

image

Posted from WordPress for Windows Phone

Penulis: John_Hendy

John Hendy of Mars

5 tanggapan untuk “Resiko Velg Putih, Depan Kok Gampang Kotor, Berikut Analisanya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s